Blitar
Tanah Gerak di Blitar Rusak Dua Rumah, Jembatan dan Jalan Penghubung

Memontum Blitar – Dua wilayah di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, mengalami bencana tanah gerak. Kejadian ini, diduga diakibatkan curah hujan di wilayah tersebut intensitasnya tinggi. Akibat tanah gerak tersebut, mengakibatkan beberapa titik lokasi mengalami kerusakan.
Diantara lokasi yang terdampak, yakni akses Jalan Dusun Kaliduren menuju Ngadipuro, yang ambrol sepanjang sekitar 10 meter dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Kemudian, pondasi Jembatan Dusun Kaliduren pecah dan lepas dari penyangga besi jembatan. Lalu, rumah Sutrisno, warga Dusun Kalitengah dan rumah milik Suroto, warga Dusun Kaliduren Desa Kalitengah, menjadi retak dan tertimbun tanah.
Hal tersebut, disampaikan Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto. “Rumah Bapak Sutrisno mengalami tanah retak dan bergeser sekitar 35 centimeter dan retakan sepanjang 30 meter. Sedangkan rumah bapak Suroto bagian belakang rumahnya tertimbun tanah longsor,” kata Ivong Berttyanto, Senin (27/02/2023) tadi.
Baca juga:
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Lebih lanjut Ivong Berttyanto menyampaikan, sebetulnya retakan tanah mulai muncul sejak 10 Februari lalu. Namun, warga setempat tidak menghiraukan. Sehingga, retakan tersebut kemudian melebar hingga merusak dua rumah yang ada di area itu.
“Seharusnya, ketika muncul retakan harus segera ditutup dengan tanah. Agar air tidak masuk ke celah-celah tanah, kemudian mengantong sehingga menekan ke atas dataran permukaan di atasnya,” jelasnya.
Ivong menambahkan, rumah Sutrisno di mengalami retakan tanah pada lantai ruang tamu sampai dapur. Sedangkan Suroto, terdapat retakan pada dinding tembok belakang rumah karena terdorong gerakan tanah dari arah belakang. “Untuk rumah Suroto ini dinilai masih aman ditinggali. Namun jika kondisi curah hujan tinggi lebih dari 30 menit, BPBD menyarankan segera meninggalkan atau keluar rumah,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 22 Oktober 2022 lalu, sebanyak 9 rumah di Desa Kalitengah juga terdampak fenomena tanah gerak. Tanah gerak saat ini, hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi tersebut. Untuk diketahui, dari data BPBD Kabupaten Blitar, sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Blitar termasuk Kecamatan Panggungrejo berpotensi mengalami bencana tanah gerak sejak Februari 2022. (jar/gie)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














