Blitar
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSUD Srengat Blitar Datangkan Alat Deteksi Paru

Memontum Blitar – RSUD Srengat Kabupaten Blitar terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Salah satunya, yakni dengan mendatangkan alat yang digunakan untuk para pasien paru-paru. Untuk memperkenalkan alat tersebut ke masyarakat, RSUD Srengat menggelar sosialisasi pelayanan kesehatan, di Aula Candi Mleri RSUD Srengat di Jalan Raya Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jumat (28/04/2023) tadi.
Direktur RSUD Srengat Kabupaten Blitar, dr Muhammad Baehaki, mengatakan bahwa RSUD Srengat merupakan rumah sakit baru yang ada di Kabupaten Blitar. Meski baru, rumah sakit terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan.
“Dengan memberikan pelayanan kesehatan, diharapkan bisa menjadikan rumah sakit ini semakin maju. Untuk itu, kita akan terus berenovasi dalam peningkatan pelayan,” kata Muhammad Baehaki.
Baca juga:
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Lebih lanjut Baehaki menyampaikan, saat ini RSUD Srengat juga sudah menambah salah satu alat yang digunakan untuk para pasien paru-paru. “Alat yang khusus untuk para pasien paru-paru ini, hanya satu-satunya yang ada di rumah sakit kabupaten atau kota Blitar,” jelasnya.
Ditambahkannya, alat khusus untuk pelayanan di Klinik Paru-Paru tersebut adalah Fiber Optik Bronchscopy (FOB) dipakai untuk identifikasi paru-paru. “Alat ini nantinya digunakan untuk mendiagnosis para pasien penyakit paru-paru. Sehingga, pasien bisa didiagnosis untuk penangan selanjutnya,” imbuhnya.
Diharapkan, ujarnya, pasien dengan keluhan paru-paru tidak lagi berobat jauh-jauh keluar kota. Namun, cukup berobat di RSUD Srengat.
“Tujuan adanya alat pendeteksi paru-paru ini, untuk membantu pasien agar tidak berobat lagi ke luar kota, tapi cukup di RSUD Srengat ini,” harapnya.
Sementara itu, dokter spesial paru-paru, dr Agus, menjelaskan bahwa alat FOB tersebut juga bisa untuk tindakan evakuasi cairan paru-paru, tindakan pemasangan WSD dan tindakan USG Thorax. “Pemeriksaan dengan USG Thorax tanpa tindakan operasi pembedahan, namun bisa melihat semua isi paru tanpa ada pembedahan. Seperti sumbatan, tumor, bisa diambil selnya kemudian bisa dilakukan pengobatan kemoterapi,” jelasnya. (jar/gie)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














