Blitar
Satu Warga Blitar Jadi Korban Meninggal Gempa Cianjur

Memontum Blitar – Wahyudi (30) warga Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, menjadi korban gempa bumi Cianjur, Senin (21/11/2022) siang kemarin. Hal tersebut, dibenarkan Kapolsek Wonodadi, AKP Agus Hendro Tri.
“Iya betul, ada satu korban gempa Cianjur asal Pikatan. Tadi kita juga sudah koordinasi dengan Pak Camat,” kata AKP Agus Hendro Tri, Selasa (22/11/2022) tadi.
Lebih lanjut Agus Hendro Tri menjelaskan, korban sebenarnya berasal dari Sumedang. Kemudian, korban menikah dengan warga Pikatan dan berdomisili di Blitar.
“Korban sehari-hari tinggal di Pikatan, karena keseharian bekerja memelihara kuda,” jelasnya.
Baca juga :
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Agus menambahkan, saat kejadian gempa, korban sedang mengantar kuda ke daerah Bogor. “Tadi siang sekitar pukul 11.00, kita baru dapat kabar dari Bhabinsa sana. Kemudian setelah dicek, ternyata betul,” imbuhnya.
Agus menambahkan, saat ini semua masih menunggu keputusan dari pihak keluarga. Apakah korban akan dimakamkan di Sumedang atau di Pikatan. Korban saat ini, masih berada di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat.
“Kita masih menunggu keputusan keluarga. Kalau jadi dipulangkan ke Pikatan, maka akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk pemulangannya,” papar Kapolsek Wonodadi. (jar/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














