Blitar
Pencari Ular di Blitar Ditemukan Meregang Nyawa di Dekat Ular Piton Kembang

Memontum Blitar – Ponirin (46), warga Kelurahan Nglegok, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ditemukan meregang nyawa di tepi jalan persawahan Dusun Karangtalun, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Selasa (12/07/2022) sekitar pukul 05.30. Disamping jasad korban, juga ditemukan seekor Ular Piton Kembang.
Dugaan awal, diperkirakan korban meninggal dunia akibat dililit ular sepanjang 4 meter tersebut. Karena, korban setiap hari dikenal sebagai pencari katak dan ular kecil.
Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Momon Suwito Pratomo, mengatakan bahwa sebelum kejadian atau sekitar pukul 03.00, korban berangkat dari rumah untuk mencari katak dan ular kecil. Namun sekitar pukul 05.30, korban ditemukan warga setempat dalam keadaan tergeletak di pinggir jalan di samping ular Piton Kembang dengan panjang sekitar 4 meter.
“Pada saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Mengetahui hal itu, saksi menghubungi perangkat desa dan selanjutnya pihak desa menghubungi Polsek Nglegok,” kata AKP Momon Suwito Pratomo.
Baca juga:
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Lebih lanjut AKP Momon menyampaikan, Polsek Nglegok bersama dengan identifikasi Polres Blitar Kota serta petugas medis Puskesmas Nglegok langsung ke TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban. “Dari hasil visum luar ditemukan bekas lilitan dan gigitan di dada bagian kiri. Baju korban joga terkoyak diduga karena sempat melawan saat dililit,” jelasnya.
AKP Momon menambahkan, korban sehari-hari bekerja sebagai pencari kodok, ular dan bekicot, saat malam hari ke sawah-sawah. “Korban ini sehari-hari bekerja sebagai pencari kodok, bekicot dan ular-ular kecil,” paparnya.
Sementara Ular Sanca Kembang sepanjang 4 meter lebih tersebut diserahkan ke petugas Damkar Kabupaten Blitar. Selanjutnya petugas Damkar menyisir lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah masih ada ular sejenis di lokasi tersebut. “Untuk mengetahui apakah masih ada ular jenis yang sama di lokasi tersebut, kita sisir lokasi,” ujar Kasi Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo. (jar/gie)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














