Blitar
Akibat Tragedi Kanjuruhan, Cita-Cita Pemuda Asal Blitar untuk Jadi Polisi Tertunda

Memontum Blitar – Akibat menjadi salah satu korban tragedi Kanjuruhan Kepanjen, seorang pemuda asal Desa Sumberejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, harus menunda niatnya untuk bercita-citanya menjadi polisi. Adalah Muhammad Muzaki Maksum (19), yang mengalami cidera serius akibat tragedi itu.
Tangan kirinya, mengalami dislokasi. Selain itu, korban juga menderita luka di bagian dahi.
Diceritakan orang tua korban, bahwa sejak lulus SMA tahun lalu, Muzaki langsung mendaftar di Polri dan TNI. Namun, pendaftaran pertamanya itu tidak berjalan mulus alias tidak lolos.
Meski gagal, Muzaki terus mencoba dan mengambil pelatihan khusus, sebelum mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi. Muzaki sudah dua pekan sebelum tragedi Kanjuruhan, mengikuti pelatihan.
Namun, seiring musibah tersebut, harapan Muzaki untuk terus berlatih pun harus tertunda. Itu karena, Muzaki menjadi korban tragedi Kanjuruhan dan harus fokus dahulu untuk penyembuhan luka.
Baca juga :
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Meski mengalami cidera, Muzaki sendiri mengaku beruntung, karena bisa melanjutkan hidup. Meski pun, trauma yang dialaminya mungkin tidak akan terlupakan seumur hidupnya.
Muzaki juga bercerita, Sabtu (01/10/2022) lalu atau jelang laga Arema melawan Persebaya, dirinya berangkat ke Stadion Kanjuruhan bersama reken-rekannya. “Awalnya, pertandingan berjalan biasa saja. Hingga usai pertandingan, gas air mata langsung menghujani area tribun Stadion Kanjuruhan,” jelas Muzaki, Kamis (13/10/2022) tadi.
Dirinya dan teman-temannya, pun berusaha menyelamatkan diri dari perihnya gas air mata. Namun saat lari mencari pintu keluar, Muzaki yang mencoba menerobos pintu 12, justru sempat terjatuh dan tertindih orang-orang yang berdesakan.
“Syukur, meski berdesakan, saya bisa keluar stadion. Saya langsung mencoba mendatangi polisi untuk mendapatkan pertolongan. Selanjutnya, saya dievakuasi ke rumah sakit. Saat itu, saya juga sudah tidak tahu bagaimana kondisi teman-teman,” imbuhnya.
Usai berada di rumah sakit, Muzaki memberi kabar kepada orang tuanya. Kemudian, orang tuanya langsung menyusul ke Malang dan membawa Muzaki melanjutkan pengobatan di Blitar. (jar/gie)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














