Blitar
Padepokan Gus Samsudin Blitar Digeruduk Warga

Memontum Blitar – Ratusan warga menggeruduk padepokan Gus Samsudin Jadab di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, Minggu (31/07/2022) tadi. Kedatangan massa dengan berkumpul di depan pintu gerbang padepokan Nur Dzat Sejati tersebut, untuk menuntut agar padepokan Gus Samsudin, dilakukan penutupan.
“Karena diduga melakukan penipuan publik, warga sepakat untuk meminta klarifikasi dan penutupan padepokan,” kata warga yang turut melakukan aksi.
Lebih lanjut pria yang tidak mau disebutkan namanya itu menyampaikan, bahwa warga tidak ada yang percaya dengan praktek yang dilakukan Gus Samsudin. Bahkan, sebelum polemik dan kegaduhan yang terjadi di padepokan Gus Samsudin, atau saat didatangi Pesulap Merah, pun warga tidak ada yang percaya.
“Warga satu desa ini tidak ada yang percaya. Jadi, lebih baik ditutup saja padepokan ini,” jelasnya.
Baca juga :
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Dalam aksi itu, warga juga meminta agar seluruh santri padepokan untuk dipulangkan. “Kita minta santrinya pulang. Ini desa wisata, bukan desa pengobatan yang abal-abal,” teriak warga.
Saat aksi itu, warga sempat dibuat sedikit marah karena pintu gerbang padepokan yang berdiri kokoh, tetap tertutup rapat. Bahkan, tidak ada satupun pihak padepokan yang menemui warga yang sedang berunjuk rasa. Beruntung, Kepala Desa Rejowinangun, Bagas Wigasto, segara datang untuk menahan emosi warga.
“Saya mohon, warga semuanya tenang. Untuk menjaga kondusifitas Desa Rejowinangun, kami bersama warga menyatakan padepokan ditutup,” kata Bagas Wigasto.
Sebelum aksi massa itu terjadi, kegaduhan di depan Padepokan Gus Samsudin, pun sempat terjadi saat seorang YouTuber atau Pesulap Merah, Marcel Radhival, mendatangi padepokan Gus Samsudin, Rabu 20 Juli 2022 lalu. Kedatangan Pesulap Merah itu, hendak melakukan pembuktian terkait kemampuan Gus Samsudin. Namun, kehadirannya sempat ditolak hingga sang Kades, juga turut turun tangan untuk menanyakan peristiwa yang menimbulkan kegaduhan. (jar/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














