Blitar
Hewan Ternak Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kabupaten Blitar

Memontum Blitar – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Blitar, menemukan suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di enam kecamatan. Hal tersebut, diungkapkan Kepala Disnakan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri.
Disampaikan Toha, enam kecamatan yang ditemukan suspek PMK, diantaranya Kecamatan Gandusari, Garum, Binangun, Udanawu, Srengat dan Kecamatan Ponggok. “Penyebab munculnya suspek PMK tersebut, karena berbagai hal. Diantaranya, karena mayoritas kecamatan yang ditemukan suspek berada di perbatasan. Selain itu, bisa juga dari hewan ternak yang dibeli dari luar darah sudah membawa PMK,” kata Toha Mashuri, Kamis (02/06/2022) tadi.
Baca juga:
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Toha menambahkan, Disnakan telah mengambil sampel darah pada ternak jenis sapi yang menjadi suspek PMK tersebut. “Sampel darah itu kemudian diuji di laboratorium. Namun, hingga kini hasil uji laboratorium belum keluar. Kami masih menunggu kabar dari Pusvetma Surabaya,” terangnya.
Lebih lanjut Toha menghimbau, kepada masyarakat maupun peternak, agar tidak perlu panik pada PMK. Sebab, PMK pada hewan ternak bisa disembuhkan. Sementara untuk hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK, diimbau untuk segera melapor ke petugas Disnakkan.
“Kami mengimbau agar para jagal, molang atau pedagang sapi untuk tidak membeli sapi dari luar daerah. Karena kami juga akan membatasi distribusi sapi dari daerah terpapar PMK,” paparnya. (jar/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














