Blitar
Datangi Lokasi Ledakan Mercon di Blitar, Gubernur Jatim Minta Pemkab Bentuk Payung Hukum untuk Cover Korban

Memontum Blitar – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendatangi lokasi ledakan mercon di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Selasa (21/02/2023) tadi. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah meminta agar Bupati Blitar, Rini Syarifah, segera membentuk payung hukum untuk proses rehabilitasi rumah terdampak ledakan mercon.
“Saya koordinasi dengan bupati, supaya bisa intervensi terhadap rehabilitasi rumah terdampak. Untuk bisa intervensi, kita butuh payung hukum. Maka, tadi saya katakan ke Ibu Bupati, agar membuat SK tanggap darurat bencana sosial,” kata Gubernur Khofifah.
Gubernur Jatim juga menyampaikan, payung hukum diperlukan supaya Pemprov Jatim juga bisa memberi intervensi. “Kalau ada payung hukumnya, kita akan sharing dari Provinsi Jatim dan Kabupaten Blitar. Setelah proses identifikasi, saya rasa proses rehabilitasi dari yang terdampak bisa dilakukan. Nantinya selesai identifikasi, ya bisa segera dilakukan rehabilitasi,” jelasnya.
Baca juga:
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Gubernur Khofifah menambahkan, untuk korban yang masih perlu berobat, semua biaya perawatan diminta untuk ditanggung APBD Kabupaten Blitar. “Untuk yang masih perlu berobat, semua yang dirawat minta tolong dicover APBD Kabupaten Blitar,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Blitar, Rini Syarifah, menjamin Pemkab Blitar akan memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak ledakan mercon dan biaya pengobatan korban. Saat ini, Pemkab Blitar masih melakukan asesmen penghitungan jumlah kerugian dan kerusakan, yang dialami warga.
“Kami akan memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak ledakan. Selain itu, biaya perawatan warga yang terluka, juga akan kami tanggung. Dan kami juga akan mendirikan Posko Pengungsian, bagi korban terdampak,” kata Rini Syarifah. (jar/gie)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














