Blitar
Pemkab Blitar Lakukan Pendataan Kerusakan hingga Pendirian Posko untuk Bantu Dampak Ledakan Mercon

Memontum Blitar – Sebanyak 23 korban luka akibat ledakan mercon di Dusun Tegalrejo (Sadeng), Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, sudah mendapat perawatan di RSUD Srengat. Pasca terjadinya ledakan dahsyat yang menyebabkan empat orang tewas dan 23 orang luka tersebut, dengan didampingi sejumlah kepala OPD terkait, Bupati Blitar, Rini Syarifah, meninjau lokasi kejadian yang memporak porandakan 25 rumah warga, Senin (20/02/2023) siang.
Mak Rini-panggilan akrab Bupati Blitar, pun memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar untuk melakukan pendataan rumah warga yang rusak untuk dilakukan perbaikan. Dirinya juga meminta kepada dinas terkait, untuk membuka dapur umum serta posko kesehatan yang diperuntukan bagi warga terdampak.
Selain melihat kondisi riil di lokasi, bupati juga menyerahkan bantuan Sembako kepada sejumlah korban terdampak ledakan. Disampaikan juga, bahwa Pemkab Blitar telah melakukan evakuasi korban, mendirikan posko kesehatan, dapur umum dan assesmen bangunan yang rusak berat, sedang dan ringan, untuk segera dilakukan perbaikan, serta mendata korban luka-luka.
Baca juga:
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
“Dari Dinas Sosial sudah mendirikan dapur umum, Dinkes mendirikan posko kesehatan. Kemudian kita melakukan assesmen rumah-rumah mana yang perlu kita bantu. Mulai dari rusak ringan, sedang dan rusak berat,” kata Bupati Rini Syarifah.
Lebih lanjut bupati Rini menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perkim, BPBD, Dinsos dan kepolisian untuk melakukan hal-hal yang cepat dilakukan. “Untuk assesmen mulai hari ini mulai dilakukan. BPBD sudah saya perintahkan melakukan pendataan rumah warga yang rusak ringan, sedang, maupun rusak berat, untuk segera dilakukan perbaikan,” paparnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, menambahkan bahwa ke 23 korban luka-luka tersebut diantaranya, 1 balita 4 tahun mendapat perawatan intensif di RSUD Srengat, karena mengalami cedera kepala yang dikhawatirkan mengalami gegar otak. Sementara 22 orang lainnya, melakukan rawat jalan.
“Satu balita berusia 4 bulan terpaksa harus rawat inap di rumah sakit Srengat, untuk observasi. Karena balita ini mengalami cedera kepala, walaupun katagori ringan. Tetapi karena masih bayi dan perlu observasi lebih lanjut,” jelas dr Christine Indrawati.
Lebih lanjut Christine menyampaikan, Dinkes Kabupaten Blitar juga telah mendirikan Pos Kesehatan di lokasi. “Pasca kejadian kami langsung mengirim ambulance dan membuka pos kesehatan. Nanti kami siapkan paling tidak hingga 1 minggu ke depan,” paparnya.
Sebagaimana diberitakan, ledakan akibat mercon terjadi di rumah seorang warga yang teridentifikasi bernama Darman, warga Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Minggu (19/02/2023) sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat kejadian itu, mengakibatkan empat orang meninggal, 23 orang luka dan 23 rumah mengalami kerusakan. (jar/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














