Blitar
Perampokan Rumdin Walkot Blitar Diduga Simpan Motif Lain, Otak Pelaku Asal Lumajang Sisakan Uang Hasil Rampokan Terbanyak

Memontum Surabaya – Pengembangan penyidikan tiga dari lima kawanan pelaku perampokan yang beraksi di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota (Walkot) Blitar, masih terus dilakukan Tim Jatrantas Polda Jatim, hingga Jumat (13/01/2023) tadi. Selain membidik dua pelaku lain yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO), motif dari aksi ini juga masih mengundang tanya.
Maklum, selain berhasil mengungkap fakta bahwa aksi perampokan ini dipimpin oleh MJ alias MT (54), warga asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang atau juga berdomisili di Kampung Bulak Sentul, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Termasuk, perencanaan perampokan yang sudah disiapkan sejak mendekam di LP Sragen, Jawa Tengah. Namun nyata, dari hasil pengungkapan itu, diketahui bahwa uang hasil rampokan atau pembagian oleh MJ, terbilang masih utuh atau hanya berkurang sekitar 5 persen.
Hal inilah, yang sontak mengundang perhatian dari motif sesungguhnya dari perampokan. Apalagi, selain sebagai otak pelaku dan eksekutor, biasanya setiap aksi perampokan diikuti dengan kebutuhan keuangan secara mendesak.
Sebagaimana rilis yang disampaikan Dirkrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, bahwa MJ mendapatkan jatah hasil rampokan terbanyak yakni uang sebesar Rp 140 juta dan 3 buah jam tangan merk gues. Tersangka ASM als ASN als MRT (54), warga Jalan Bangun Nusa, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng Kota/Kab Jakarta Barat, mendapatkan pembagian jatah rampokan sebesar Rp 125 juta dan kalung 10 gram dan gelang 10 gram. Sedangkan tersangka AJ (57) warga Jalan Kapten Tendean, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, mendapat jatah Rp 100 juta rupiah.
Baca juga :
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
“Dari barang bukti yang telah disita dari tangan MJ, diamankan 1 unit mobil Toyota Innova (mobil sarana perampokan), tiga pucuk Senpi, 42 butir amunisi, 6 butir selongsong, 3 kotak tempat amunisi, 4 buah jam tangan, 7 HP dan uang tunai Rp 133.800.000, serta barang bukti lainnya,” kata Dirkrimum Polda Jatim.
Melihat uang yang berhasil diamankan itu, maka MJ hanya menghabiskan Rp 6.200.000 dari hasil pembagiannya Rp 140.000.000. Berbeda dengan tersangka ASM, dari pembagian uang Rp 125.000.000, yang tersisa sebagai barang bukti sebesar Rp 49.000.000. Sedangkan AJ yang mendapat bagian Rp 100.000.000 hanya menyisakan uang Rp 1.368.000.
Tidak heran, jika Dirkrimum Polda Jatim, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan penyidikan. Termasuk, memburu dua pelaku lainnya yang masih buron. “Atas perbuatannya, para tersangka telah bersama-sama melakukan pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat 2 ke-1, ke-2 dan ke-3 KUHP. Kami masih akan terus melakukan pengembangan,” ujarnya.
Perlu diketahui, Rumdin Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi, disatroni lima rampok. Peristiwa yang terjadi, Senin 12 Desember 2022 lalu, berhasil menyekap Wali Kota Blitar, Santoso dan istrinya, serta tiga penjaga rumah dinas yang merupakan anggota Satpol PP Kota Blitar. Pelaku, juga berhasil membawa kabur uang tunai dan dan beberapa perhiasan milik istri Wali Kota Blitar. (gie)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














