Blitar
Tak Ingin Larut Musibah Perampokan, Wali Kota Blitar Mulai Lakukan Aktivitas Rutin

Memontum Blitar – Tidak ingin larut dalam musibah perampokan, Wali Kota Blitar, Santoso, sudah masuk kerja dan mulai melakukan aktivitas rutinnya. Bahkan, beberapa agenda yang terjadwal pada Rabu (14/12/2022) tadi, pun mulai dihadirinya. Diantaranya, penyerahan simbolis CSR BPD Jatim (Pesawat Monumen Peta) hingga Dialog Interaktif Capasity Building FPK (Forum Pembauran Kebangsaan).
Saat ditemui di Kantor Wali Kota Blitar, dirinya mengaku, bahwa atas peristiwa perampokan yang dialaminya, dirinya tidak akan mau larut dalam kesedihan. “Saya tidak mau larut ke dalam masalah itu. Agar, tugas saya sebagai wali kota dapat saya jalankan dengan lancar. Kalau soal kasus itu, saya serahkan ke kepolisian,” kata Wali Kota Santoso.
Meski secara psikologis kondisi Wali Kota Blitar nampak telah membaik, namun dari penampilan orang nomor satu di lingkungan Kota Blitar, itu nampak berbeda. Yakni, alis kanan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, itu nampak hilang.
“Kemungkinan alis saya tercabut saat lakban yang menutup mata dilepas,” jelas Wali Kota.
Baca juga :
- Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar
- Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal
- Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa
- Pemkot Blitar Songsong Percontohan Kota Antikorupsi 2025
- Mas Dhito bersama Kader PDI-Perjuangan Iringi Ketum Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
Sebagaimana diberitakan, dalam perampokan yang dialaminya di Rumdin, Wali Kota Santoso dan istrinya, memang sempat disekap oleh perampok. Mata dan mulutnya, ditutup oleh lakban dengan tangan dan kaki yang juga terikat.
Selain alis, sebenarnya pada bagian lutut kanannya, juga mengalami luka. Itu karena, selain akibat dair tali pengikat juga karena tendangan pelaku perampokan.
“Jadi, dengan kondisi dilakban dan diikat itu, saya terus ditendang pakai sepatu. Kemudian, istri saya juga diancam pakai parang,” terangnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam kejadian perampokan di Rumdin Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi, Wali Kota tidak hanya harus merelakan uang tunai Rp 400 juta dan perhiasan istri. Namun, juga menjadi sasaran tindak kekerasan sampai tendangan pelaku, saat berusaha menguras harga korban. (jar/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunTak Boleh Dekati Stadion, Massa Bonek Bakar Motor di Jalan Kalibrantas Kota Blitar
Hukum & Kriminal6 tahunMantan Walikota Blitar Laporkan Walikota Blitar, Terkait Dugaan Penipuan Rp 600 Juta
Hukum & Kriminal6 tahunBocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
Berita6 tahunDiduga Terpapar Covid, Seorang Dokter di Kota Blitar Meninggal Dunia
Pemerintahan6 tahunIGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19
Pemerintahan6 tahunKapolres Blitar Kota Gelar Asistensi dan Cek Kesiapan Kampung Tangguh
Hukum & Kriminal6 tahunPemkot Blitar Belum Bentuk Tim Kuasa Hukum, Masih Nunggu Hasil Kajian
Blitar10 bulanDorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Kediri Gelar Syiar 2025 di Blitar














