Connect with us

Pemerintahan

Pemenang Rastrada Senilai Rp 15 Miliar Dipanggil Komisi II DPRD Kota Blitar

Diterbitkan

||

Komisi II DPRD Kota Blitar melakukan sidak di gudang rekanan pemenang lelang Rastrada di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar
Komisi II DPRD Kota Blitar melakukan sidak di gudang rekanan pemenang lelang Rastrada di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Memontum Blitar – Rekanan pemenang lelang pengadaan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) senilai Rp. 15 miliar akan dipanggil Komisi II DPRD Kota Blitar. Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil sidak Komisi II ke gudang rekanan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo mengatakan, tujuan sidak ini, untuk mengecek dan mengetahui langsung kesiapan rekanan pemenang lelang Rastrada senilai Rp 15 miliar. Agar mutu beras sesuai spesifikasi, serta disalurkan tepat waktu sesuai jadwal.

“Sidak ini dilakukan untuk melihat kesiapan rekanan pemenang lelang Rastrada di gudang yang berada di wilayah Kecamatan Srengat. Sehingga masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut tenang, tidak sampai kekurangan akibat terlambatnya penyaluran bantuan,” kata Yohan Tri Waluyo, Rabu (3/6/2020).

Lebih lanjut Yohan menyampaikan, saat sidak ke gudang rekanan di Kecamatan Srengat, diketahui jika alat pengukur kadar air beras dan mesin jahit sak beras (portable bag coster) masih sewa.

“Kita menemukan peralatan yang nilainya hanya sekitar Rp 2-5 juta masih sewa. Padahal rekanan memenangkan lelang senilai Rp. 15 miliar. Ini yang jadi pertanyaan,’ tandas Yohan.

Yohan menegaskan, bahwa temuan tersebut, diperkuat dengan keterangan lampiran data yang diterima dari Dinsos, jika rekanan CV. ASM dari Gresik hanya menyewa alat-alat tersebut. Selain itu Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Bahan Pokok (TDPUD Bapok), pihak Komisi II juga masih menunggu lampirannya baik dari Dinsos atau BLP sebagai penyelenggara lelang.

“Seharusnya semua persyaratan terpenuhi dan perusahaan harusnya benar-benar berkualitas dan dapat dipercaya, jika ditetapkan sebagai pemenang lelang.” tegasnya.

Yohan mengaku, terkait rekomendasi dari Komisi II hasil temuan sidak, pihaknya masih akan memanggil rekanan dan dinas terkait pada Kamis (4/6/2020) besuk.

“Komisi II akan mengeluarkan rekomendasi terkait temuannya, setelah rapat dengan seluruh pihak terkait,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinsos Kota Blitar, Priyo Istanto saat dikonfirmasi mengakui, jika sebenarnya rekanan memiliki sendiri alat pengukur kadar air beras dan mesin jahit sak beras (portable bag coster) lebi baik.

“Prinsipnya bisa menggunakan tenaga analis yang berkompenten, agar beras sesuai dengan spek,” jelas Priyo Istanto.

Sesuai jadwal pengiriman beras dari penggilingan di Kabupaten Nganjuk, ke Gudang di Kecamatan Srengat tanggal 8-12 Juni 2020. Kemudian 15-17 Juni 2020 pengiriman beras ke 21 kelurahan di Kota Blitar, dilanjutkan 18-19 Juni 2020 beras di serahakan ke masyarakat penerima Rastrada. (jar/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

RS Lapangan Ijen Boulevard Rawat 199 Pasien, Warga Kota Malang Dominasi Perawatan

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang Kota – Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard beroperasi sejak diresmikan pada 16 Desember 2020 lalu. Berdasarkan data rumah sakit, total sudah ada 199 pasien yang dirawat sampai hari ini atau Sabtu (2/1).

Kepala RS Lapangan Ijen Boulevard, dr. Heri Sutanto, mengatakan jumlah tersebut adalah akumulasi. Di mana, yang masih dalam perawatan sebanyak 66 pasien, dengan rincian 36 laki-laki, dan 30 pasien perempuan.

“Ini jumlah akumulasi ya, total ada 199 pasien. 115 diantaranya sudah sembuh, ada 11 pasien dirujuk karena kondisi memberat dan 7 pulang isolasi mandiri. Untuk hari ini (2/1) ada 16 yang sembuh, sedangkan yang masuk ada 4 pasien,” ungkapnya.

Masih menurutnya, dari 199 pasien yang dirawat, mayoritas berasal dari Kota Malang sejumlah 139. Kemudian, dari Kabupaten Malang sebanyak 26 dan Sidoarjo 5 orang. Terdapat masing-masing 3 pasien yang berasal dari Kediri, Blitar dan Jember.

Untuk yang berasal dari Depok dan Bogor, sama-sama berjumlah 2 pasien. Selanjutnya, pasien asal Kota Probolinggo, Kota Yogyakarta, Barito Selatan, Tarakan, Batam, Samarinda, Nganjuk, Jombang, Jayapura, Tulungagung, Tuban, Gresik, Banyumas, Mojokerto, Ponorogo, dan Langsa masing-masing sejumlah 1 orang.

Heri menambahkan, saat ini jumlah bed tersedia sebanyak 224. “Masing-masing untuk laki-laki dan perempuan sebanyak 112 bed. Mayoritas yang dirawat disini adalah pasien tanpa gejala,” jelasnya.

Menurut Heri, pihaknya akan bersiap untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan daya tamping RS Lapangan Ijen Boulevard yang sebanyak 306 bed itu. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Satpol PP Blitar Kerjasama dengan Provinsi Guna Tingkatkan Kinerja

Diterbitkan

||

Memontum Blitar – Dalam rangka meningkatkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kinerja, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, menjalin kerja sama dengan Satpol PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Pelaksanaan kerjasama itu, ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama (MoU) yang berlangsung di Kantor Bupati Blitar, Kamis (03/12) tadi.

Pjs Bupati Blitar, Drs. Budi Santosa, mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, peran Satpol PP sangat strategis dengan dimasukkannya peran ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Ditanbahkan, setiap anggota Satpol PP harus memiliki sikap humanis, disiplin, berdedikasi dan tegas. Dengan adanya naskah perjanjian ini, kedepannya Satpol PP lebih meningkatkan kinerja terutama dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait sadar peraturan.

“Kita kedepankan sisi preventif melalui mekanisme persuasif, pencegahan, penyuluhan dan model penyelesaian dari hulu ke hilir,” ucapnya. (kom/btr/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkab Blitar Jalin MoU Jagung Dengan Pemkab Keenom Jayapura

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Blitar – Guna memenuhi kebutuhan jagung untuk menyuplai pakan ternak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar menjalin kerja sama dengan Pemkab Keerom, Jayapura. Kerjasama itu, ditandai dengan penandatanganan dokumen kesepakatan bersama (MoU) antara ke dua belah pihak yang diwakili oleh Pjs Bupati kedua daerah di Pendopo Sasana Adhipraja, Pemkab Blitar, Rabu (2/12) tadi.

Pjs Bupati Blitar, Drs. Budi Santosa, menjelaskan bahwa kerja sama ini didasari kekurangannya dalam suplai Jagung dari Januari hingga November, yang diakibatkan pada masa bulan tersebut masih masa tanam. Sehingga, harga jagung relatif mahal.

“Terkait hal itu, Pemkab Blitar bekerja sama dengan Kabupaten Keerom Jayapura. Dalam hal, pengadaan Jagung. Pada hari ini, kita menerima pengiriman jagung dari Pemerintah Kabupaten Keerom sebanyak 15,5 Ton Jagung. Harapannya, mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak yang ada di kabupaten Blitar. Semoga kesepakatan bersama dan Kerjasama ini memberikan manfaat untuk kabupaten Blitar maupun Kabupaten Keerom,” jelasnya. (kom/btr/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler