Connect with us

Pemerintahan

Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Pelanggaran Rekrutmen PPS, Tanpa Ikut Tes Calon PPS Lolos

Diterbitkan

||

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahudin
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahudin

Memontum Blitar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar tidak profesional. KPU Kabupaten Blitar melaksanakan perekrutan calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahudin mengatakan, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar dinilai tidak dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Dalam pengawasannya, Baswalu telah mendapatkan sejumlah temuan dalam proses perekrutan calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020.

“Menurut PKPU, penyelenggara harus melaksanakan prinsip penyelenggaraan, seperti mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, profesional, akuntabel, efektif dan efisien,” kata Abdul Hakam Sholahudin, Jumat (5/3/2020).

Lebih lanjut Hakam menyampaikan, sesuai kewenangannya Bawaslu mengawasi perekrutan lembaga ad hoc pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Pada Minggu (1/3/2020) kemarin, KPU menggelar tes tulis secara serentak di lima tempat, yaitu Srengat, Kesamben, Sutojayan, Kademangan, dan SMPN 2 Wlingi.

Dalam pengawasannya, Bawaslu menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU. Diantaranya di Desa Birowo Kecamatan Binangun atas nama Edi Susilo, dimana saat mendaftar yang bersangkutan menyerahkan dokumen berupa fotocopy ijazah yang dilegalisir oleh notaris. Namun oleh KPU dinyatakan tidak boleh. Kemudian saat bersamaan yang bersangkutan juga menyerahkan fotocopy ijazah yang dilegalisir oleh Dinas Pendidikan, ternyata juga tidak boleh. Sehingga Edy Susilo dinyatakan tidak memenuhi syarat. Padahal dilihat dari syaratnya sudah terpenuhi.

“Merasa tidak lolos, setelah itu Edu lapor ke Bawaslu. Namun laporannya tidak memenuhi persyaratan formil, sehingga itu menjadi temuan Bawaslu. Kemudian kita lakukan klarifikasi beberapa saksi maupun pelaku dalam hal ini KPU. Saat klarifikasi KPU menyatakan salah karena khilaf. Selanjutnya kita merekomendasikan agar KPU mengelar tes tulis susulan,” papar Hakam.

Hakam menyebut selain temuan di Birowo Kecamatan Binangun, Bawaslu juga mendapatkan beberapa temuan yang lain, diantaranya di Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben atas nama Aan Novita, dan di Desa Jeding Kecamatan Sanankulon atas Moh Rizki Ibrahim.

“Keduanya diketahui tidak ikut tes tulis, namun oleh KPU dinyatakan lolos saat pengumuman. Untuk itu kami merekomendasikan agar KPU melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Hakam menambahkan, sedangkan di Desa Temenggungan Kecamatan Udanawu, ada nama Heru Purnomo dan Purnomo (dua orang yang berbeda). Awalnya Heru Purnomo dinyatakan memenuhi syarat (MS), sedangkan Purnomo dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun malamnya sebelum melakukan ujian tes tulis, Purnomo dihubungi melalui telpon dinyatakan MS dan boleh mengikuti ujian tes tulis. Sementara Heru Purnomo dinyatakan TMS.

“Perubahan melalui telpon dianggap tidak melakukan prinsip penyelenggara. Untuk itu Bawaslu merekomendasikan agar melakukan perubahan secara tertulis,” imbunya.

Sementara Komisioner KPU Kabupaten Blitar Divisi Teknis, Nikmatus Sholihah saat dikonfirnasi terkait hal ini, mengaku sudah menerima surat rekomendasi dari Bawaslu sekitar pukul 12.00 WIB. Ada beberapa hal setelah mengumumkan nama 6 besar calon anggota PPS atau yang lolos tes tulis, dimana Bawaslu mengawasi proses rekruitmennya. Setelah itu ada beberapa tenuan dan sudah bersurat rekomendasi.

“Kita sedang mengkaji rekomendasi itu. Bunyinya kan rekomendasi, berarti kita akan melaksanakan rekomendasi itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” jelas Nikmatus Sholihah.

Rekomendasi dari Bawaslu, lanjut Nikmatus, salah satunya agar KPU menggelar tes tulis susulan dan ralat nama.

“Rencananya, Sabtu 07 Maret 2020 mendatang akan dilakukan tes tulis susulan untuk nama-nama yang telah direkomendasikan Bawaslu,” pungkas Nikmatus Sholihah. (jar/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

IGD RSUD Ngudi Waluyo Kembali Dibuka

Diterbitkan

||

Petugas melalukan general cleaning di IGD RSUD Ngudi Waluyo
Petugas melalukan general cleaning di IGD RSUD Ngudi Waluyo

Memontum Blitar – Setelah ditutup selama 3, kini Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kembali dibuka, Senin (27/7/2020). Sebelumnya IGD RSUD Ngudi Waluyo ditutup sejak Jumat 24 Juni pukul 07.00 WIB hingga Senin 27 Juni 2020 pukul 07.00 WIB, karena sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif Corana Covid-19.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami mengatakan, selama ditutup pihak rumah sakit akan melakukan protokol General Cleaning/Dry Mist.

“Kami sudah melakukan general cleaning. Semua sudah didisinfektan. Saat ini, IGD sudah kami buka kembali,” kata Endah Woro Utami, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut Endah Woro menjelaskan, selain dilakukan general cleaning, pihak Ngudi Waluyo juga telah melakukan penataan kembali Sumber Daya Manusia (SDM). Nakes yang ditempatkan di IGD adalah mereka yang kondisinya sehat dan benar-benar bugar.

“Mereka sebagian adalah nakes dari ruang rawat inap yang sementara di tutup untuk memenuhi kebutuhan nakes di IGD yang membutuhkan 10 dokter dan 14 perawat,” jelasnya.

Endah Woro menandaskan, masyarakat tidak perlu cemas, karena pelayanan tetap dimaksimalkan dengan mengedepankan keselamatan pasien dan SDM dari RSUD Ngudi Waluyo.

“Jadi nakes yang ditempatkan di IGD adalah mereka yang kondisinya benar-benar sehat,” tandasnya.

Sementara Bupati Blitar Rijanto mengimbau agar masyarakat tidak takut untuk berobat ke IGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Karena rumah sakit telah melakukan general cleaning dan penataan kembali SDM untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan telah dilakukan general cleaning dan penataan kembali SDM, kami berharap masyarakat tidak takut untuk berobat ke IGD RSUD Ngudi Waluyo,” kata Bupati Blitar.

Sebelumnya diberitakan, para nakes RSUD Ngudi Waluyo yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diduga bukan tertular dari pasien positif yang dirawat di rumah sakit plat merah tersebut. Namun beberapa nakes yang terkonfirmasi positif itu ternyata membawa virus dari komunitas bersepeda yang diikutinya. Tercatat hasil test swab ada 31 nakes terkonfirmasi positif Covid-19 yang terdiri dari tenaga administrasi, perawat dan dokter. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

IGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Direktur utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami
Direktur utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami

Memontum Blitar – Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang positif Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo terus bertambah. Hingga Kamis 23 Juli tercatat hasil test swab ada 30 nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya 11 tenaga administrasi, 14 perawat dan 5 dokter. Bahkan jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Pihak RSUD Ngudi Waluyo masih terus melakukan tracing internal. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Endah Woro Utami.

Untuk mengantisipasi penularan semakin meluas, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ditutup selama 3 hari. Penutupan terhitung sejak Jumat 24 Juni pukul 07.00 WIB hingga Senin 27 Juni 2020 pukul 07.00 WIB.

Direktur utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami mengatakan, penutupan IGD ini sebagai langkah antisipasi agar penularan Covid-19 tidak semakin meluas. Selama ditutup pihaknya tidak menerima pasien baru masuk.

“Kita tutup empat hari. Jadi sementara kami tidak menerima pasien. Pasien yang akan masuk ke RSUD Ngudi Waluyo akan dialihkan ke beberapa rumah sakit terdekat lainnya. Selama ditutup, kita akan melakukan protokol General Cleaning/Dry Mist,” kata Endah Woro Utami, Kamis (23/7/2020).

Lebih lanjut Endah Woro menyampaikan, jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan tracing internal.

“Kemungkinan masih bisa tambah. Kita kembangkan tracingnya. Yang jelas, kita tujuanya mau jujur untuk memutus penularan Covid-19,” jelasnya.

Endah Woro menambahkan, begitu ada yang positif, pihaknya terus lakukan tracing, termasuk keluarga nakes.

“Begitu ada nakes kontak dengan nakes positif langsung kita swab, karena begitulah tracing yang sebenarnya. Saya gak masalah. Saya akan mengejar sampai dimana virus Corona itu pemaparannya di RSUD Ngudi Waluyo,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, para nakes RSUD Ngudi Waluyo yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diduga bukan tertular dari pasien positif yang dirawat di rumah sakit plat merah tersebut. Namun beberapa nakes yang terkonfirmasi positif itu ternyata membawa virus dari komunitas bersepeda yang diikutinya. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kasus Corona di Kota Blitar Terus Bertambah

Diterbitkan

||

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, M Muchlis
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, M Muchlis

Memontum Blitar – Hingga kini Kota Blitar masih tercatat sebagai daerah yang masuk zona kuning atau daerah dengan resiko penularan Covid-19 rendah. Namun demikian kasus Corona atau Covid-1 di Kota Blitar terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar mencatat, jumlah positif Corona di Kota Blitar mencapai 18 orang. Dimana, 8 orang dinyatakan sembuh, 8 orang dirawat dan 2 orang meninggal dunia.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, M Muchlis mengatakan, ada tambahan kasus baru 3 pasien positif Covid-19. Ketiganya masing-masing merupakan tambahan kasus pada 11 dan 12 Juli lalu. Dimana kasus 11 Juli yaitu 2 orang laki-laki berusia 23 tahun dari Kelurahan Karangtengah. Pada tanggal 2 Juli 2020 melakukan Rapid diagnostic Test (RDT) sebagai syarat untuk perjalanan dan hasilnya reaktif. Kemudian ditindak lanjuti dengan pengambilan specimen.

“Hasil RT PCR pasien 11 Juli 2020 dinyatakan positif. Saat ini yang bersangkutan tidak ada keluhan dan melakukan isolasi di RS Rujukan Covid-19 Kota Blitar,” kata M Muchlis, Rabu (15/7/2020).

Sementara untuk kasus baru pada 12 Juli yaitu seorang perempuan berumur 40 tahun dari Kelurahan Karangtengah. Pada tanggal 4 Juli yang bersangkutan mengeluh demam, batuk, nyeri perut. Dia tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota.

“Tanggal 11 Juli masuk rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Blitar, dilanjutkan pengambilan spesimen. Dan pada 12 Juli malam hasilnya dinyatakan positif,” imbuhnya.

Muchlis menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima Gugus Tugas dari Provinsi Jawa Timur, dimungkinkan telah terjadi transmisi lokal di Kota Blitar. Karena riwayat salah satu pasien positif Covid-19 tidak pernah kemana-mana.

“Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut. Karena orang-orang yang pernah kontak erat hasilnya juga belum keluar. Sedangkan informasi dari provinsi sudah ada transmisi lokal di Kota Blitar,” tandasnya.

Lebih lanjut Muchlis menyampaikan, dengan kondisi ini pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi pola hidup bersih dan sehat. Serta selalu mematuhi protokol kesehatan dengan sering mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak ketika berada di ruang publik. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler