Connect with us

Politik

Calon Perseorangan Diberi Waktu 5 Hari Serahkan Syarat Maju Pilwali Blitar

Diterbitkan

||

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Hernawan Miftakhul Khabib
Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Hernawan Miftakhul Khabib

Memontum Kota Blitar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar memberikan waktu lima hari bagi calon perseorangan yang hendak menyerahankan syarat minimal dukungan dalam Pemilihan Wali Kota Blitar 2020.

Waktu penyerahan syarat minimal dukungan calon perseorangan itu mulai 19-23 Februari 2019 mendatang. Untuk itu bagi calon perseorangan harus mengambil langkah cepat, karena hanya berlangsung selama lima hari.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Hernawan Miftakhul Khabib mengatakan, peraturan ini berdasarkan PKPU baru tentang tahapan Pilwali 2020 yang dikeluarkan KPU RI. Yaitu PKPU Nomor 16 yang merupakan perubahan dari PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan.

“Jadi dalam PKPU baru tersebut, menjelaskan terkait tahapan Pilkada 2020. Nah, untuk penyerahan persyaratan bagi calon perseorangan hanya diberi waktu selama lima hari. Yakni 19 sampai 23 Februari 2020,” kata Hernawan Miftakhul Khabib, Jumat (29/11/2019).

Lebih lanjut Khabib menjelaskan, pada tahapan sebelumnya waktu penyerahan syarat minimal dukungan calon perseorangan berlangsung selama tiga bulan. Yaitu mulai 11 Desember 2019-5 Maret 2020.

Khabib menegaskan, syarat minimal dukungan calon perseorangan tetap sebanyak 10 persen dari DPT Pemilu terakhir. Di Kota Blitar DPT Pemilu terakhir 113.544 jiwa, berarti jika dihitung 10 persennya calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan sekitar 11.355 jiwa.

“Kami segera melakikan sosialisasi perubahan tahapan Pilwali ini ke masyarakat. Khususnya terkait jadwal penyerahan jadwal minimal dukungan calon perseorangan,” pungkasnya. (fjr/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blitar

Kalahkan Petahana di Pilbup Blitar, Mak Rini – Makdhe Rahmat Deklarasikan Kemenangan

Diterbitkan

||

Pasangan nomor 2 Mak Rini - Makdhe Rahmat mendeklarasikan kemenangannya dalam Pemilhan Bupati dan wakil Bupati Blitar Tahun 2020 atas pasangan petahana nomor 1 Rijanto - Marhaenis Urip Widodo.
Pasangan nomor 2 Mak Rini - Makdhe Rahmat mendeklarasikan kemenangannya dalam Pemilhan Bupati dan wakil Bupati Blitar Tahun 2020 atas pasangan petahana nomor 1 Rijanto - Marhaenis Urip Widodo.

Memontum Blitar – Pasangan nomor 2 Rini Syarifah (Mak Rini) – Rahmat Santoso (Makdhe Rahmat) mendeklarasikan atas kemenangannya dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati Blitar tahun 2020.

Hal ini dilakukan setelah melihat hasil realcount versi Tim IT Pemenangan Paslon No. 2 Mak Rini – Makdhe Rahmat memperoleh suara 56,53 % atau 352.092 suara. Sedangkan Rijanto – Marhaenis memperoleh 39,54 % atau 246.255 suara.

Cawabup Rahmat Santoso (Makdhe Rahmat) mengatakan, pihaknya mengajak semua pihak mengawal hasil Pilbup yang damai dan sejuk.

“Demi masyarakat Kabupaten Blitar, agar bisa Maju Bersama Sejahtera Bersama, ari kita kawal hasil Pilbub yang damai dan sejuk,” kata Makdhe Rahmat, Rabu (9/12/2020).

Lebih lanjut Makdhe Rahmat menyampaikan, hari ini Pilkada Kabupaten Blitar sudah selesai, mari semua masyarakat Kabupaten Blitar bersatu kembali. “Sekarang tidak ada lagi 01 atau 02, kembali kosong-kosong,” jelasnya.

Sementara Panglima Lapangan, Heri Romadhon menyampaikan hasil hasil realcount versi Tim IT Pemenangan Paslon Mak Rini – Makdhe Rahmat dari 22 kecamatan, 2.278 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“InsyaAllah, kami menyatakan diri bahwa Paslon No. 2 memenangkan kontestasi Pilkada Kabupaten Blitar,” jelas Heri Romadhon.

Heri Romadhon yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar ini menambahkan, klaim kemenangan ini juga diperkuat hasil realcount per jam 16.00 WIB, dari 22 kecamatan Paslon No. 2 menang di 15 kecamatan.

Sisanya 7 kecamatan dimenangkan paslon petahana No. 1 Rijanto – Marhaenis Urip Widodo yang diusung PDIP, PPP, Nasdem, Demokrat, Gerindra dan Golkar.

“Sesuai data yang tertabulasikan berdasarkan dari Form C1 dan Plano, paslon No. 1 mendapat suara 39,54 % dan No. 2 mendapat 56,53 % dan suara tidak sah 3,93 %,” pungkas anggota DPRD Provinsi Jatim ini. (jar/mzm)

Lanjutkan Membaca

Politik

Rekom PDIP Jatuh ke Patahana Blitar Raya

Diterbitkan

||

oleh

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Blitar Santoso – Tjutjuk Sunario saat menerima rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Blitar Santoso – Tjutjuk Sunario saat menerima rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan

Memontum Blitar – DPP PDI Perjuangan (PDIP) merekomendasikan pasangan incumbent atau patahana di Blitar Raya untuk maju di Pilkada 2020 Kabupaten Blitar dan Kota Blitar. Untuk Pilkada Kota Blitar, DPP PDIP memberikan rekomendasi kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Santoso – Tjutjuk Sunario. Sementara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rijanto-Marhaenis mendapat rekomendasi untuk Pilkada 2020 di Kabupaten Blitar.

Pemberian rekomendasi calon kepala daerah Kabupaten dan Kota Blitar tersebut, bersamaan dengan 4 daerah lain, yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Trenggalek dan, Kota Pasuruan.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, rekomendasi tersebut dibacakan melalui sambungan video zoom oleh Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP Puan Maharani yang disaksikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Benar saya sama Pak Tjujuk positif mendapat rekom. Saat ini rekom sudah kami terima. Setelah ini kami konsolidasi dengan DPD Jatim dan DPC, serta relawan. Kemudian kami akan segera melakukan deklarasi,” kata Santoso, Jumat (17/7/2020).

Santoso saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Blitar, sementara calon pasangannya Tjujuk Sunario adalah kader Partai Gerindra. Sedangkan untuk pasangan Rijanto-Marhaenis, saat ini juga masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blitar.

Sementara, Bupati Blitar Rijanto, saat dihubungi hanya memberikan jawaban singkat. Rijanto mengatakan, akan segera memberi statemen resmi begitu kembali ke Blitar.

“Iya Insyaallah, doakan semuanya lancar,” jawab Rijanto melalui pesan singkat.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Marhaenis Urip Widodo mengatakan, jika dirinya taat kepada pimpinan partai serta mengedepankan konsolidasi dengan intern partai serta masyarakat. Dia juga menegaskan, kalau dirinya siap menjalankan rekomendasi yang kembali dipercayakan kepadanya.

“DPC dan seluruh jajaran pengurus lainnya harus mengawal rekom dan menenangkan rekom. Kita taat kepada pimpinan partai, apapun keputusannya kami terima. Selain harus selalu konsolidasi dengan pengurus partai di tingkat masyarakat juga harus ada komunikasi. Dan yang terpenting kami ingin selalu dekat dengan rakyat.,” tandas Marhaenis. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Ditolak Maju Pilwali, Ini Tanggapan Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar

Diterbitkan

||

oleh

Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, M Yasin Hermanto saat ditemui di Kantor DPRD Kota Blitar
Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, M Yasin Hermanto saat ditemui di Kantor DPRD Kota Blitar

Memontum Blitar – Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, M Yasin Hermanto menyikapi penolakan dirinya maju dalam Pilwali 2020 dengan santai. Pencalonannya sebagai wakil Wali Kota Blitar pada Pilwali Kota Blitar 2020 mendampingi Henry Pradipta Anwar tersebut ditolak oleh kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz dan para kader senior, serta pengurus PAC. M Yasin Hermanto saat ditemui di Kantor DPRD Kota Blitar mengatakan, saat ini Pilkada Kota Blitar tensinya memang mulai memanas. Namun selaku ketua DPC, dia mengaku menyikapi hal ini secara jernih.

“Memang suhu Pilkada Kota Blitar semakin memanas. Saya selaku ketua DPC menyikapi ini secara jernih. Ini dinamika politik,” kata Yasin Hermanto, Kamis (25/6/2020).

Yasin mengakui, jika para seniornya di PKB memiliki pemikiran tak sejalan terkait pasangan calon yang diusung. Namun demikian sebagai ketua DPC yang diberi amanah memimpin PKB, dia selalu mengikuti petunjuk dari DPW maupun DPP PKB. Termasuk soal pasangan yang akan diusung dalam Pilwali Blitar 2020.

“Semua punya pemikiran masing-masing. Senior saya mengklaim seperti itu boleh saja. Yang jelas saya selaku yang diberi amanah memimpin PKB di Kota Blitat selalu mengikuti petunjuk dari DPW dan DPP. Kalau ada kata-kata yang bilang saya mengkondisikan ini sudah tidak benar,” ujarnya.

Lebih lanjut Yasin menyampaikan, DPP PKB memiliki desk Pilkada. Tim dari DPP ini, turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei terhadap elektabilitas bakal calon. Dan hasilnya menurut Yasin, sampai saat ini dibandingkan calon-calon lainnya, Henry Pradipta Anwar, putra sulung mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar itu masih unggul.

“DPP PKB punya desk Pilkada. Mereka punya tim yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei terhadap para bakal calon. Dalam survei memang mas Henry masih unggul. Itu fakta di lapangan,” jelasnya.

Yasin menambahkan, dirinya akan tetap istiqomah berpasangan dengan Henry Pradipta Anwar sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Blitar, hingga rekomendasi dari DPP PKB turun.

“Tidak main-main ini, Kota Blitar mudah-mudahan pecah telur PKB menang. Kalau suka tidak suka itu urusan pribadi. Insyaallah saya tetap istiqomah sampai rekomendasi dari DPP PKB turun,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, para kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz dan para kader senior, serta pengurus PAC telah mengelar pertemuan untuk mengkonsolidasikan sikap mereka atas pencalonan Henry-Yasin, Rabu (24^6/2020). Bahkan mereka berancang-ancang akan menolak jika DPP PKB mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan Henry – Yasin. Pasalnya pencalonan keduanya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Blitar dinilai cacat mekanisme.

Tantowi, kader senior DPC PKB Kota Blitar mengatakan, beredarnya kabar akan dukungan rekomendasi DPP PKB kepada pasangan Henry- Yasin tersebut, dinilai tidak sejalan dengan semangat PKB Kota Blitar. Dimana PKB Kota Blitar menginginkan adanya calon yang didukung oleh kalangan kiyai dan sesepuh ulama Blitar Kota.

Tantowi menyebut, sebelum munculnya nama kedua pasangan calon tersebut, tidak ada ruang komunikasi dengan, kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz, kader senior, deklarator serta pengurus PAC. Tidak adanya komunikasi ini, diduga dimanfaatkan Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto untuk dapat dipasangkan mendampingi Henry sebagai calon Wakil Wali Kota Blitar. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler